Beberapa hari yang lalu sosial media dibuat heboh dengan adanya sebuah kejadian yang sangat menyedihkan. Seorang pria yang ingin menunaikan shalat di mesjid dituduh mencuri dan kemudian diamuk massa yang akhirnya pria tersebut dibakar hingga meninggal dunia. Kejadian ini menjadi viral setelah adanya video yang berdurasi 1 menit disebar dimana nampak pria tersebut dibakar hidup hidup. Sungguh tragis sekali apa yang menimpa pria tersebut, padahal sebenarnya pria tersebut tidak mencuri seperti yang dituduhkan.
Kejadian awal adalah saat ingin menunaikan sholat, pria yang diketahui bernama alias Joya ini membawa sebuah ampli dan karena takut ampli tersebut hilang sehingga Joya ikut membawa ampli tersebut ke dalam mesjid yang berlokasi di Kampung Sukatenang. Akan tetapi dia dituduh mencuri ampli hingga massa beringas untuk menghakiminya di lokasi, karena ketakutan menyebabkan Joya lari untuk menghindari amukan massa. Yang akhirnya massa berhasil mengejarnya dan memukulnya yang lalu diakhiri dengan aksi pembakaran. Seharusnya kejadian seperti ini tidak harus terjadi, apalagi Joya bukanlah pencuri. Joya berprofesi sebagai seorang tukang servis, yang kebetulan pada saat itu ia sedang membawa ampli yang sudah siap diservisnya, akan tetapi sebelum mengantarkan barang tersebut ke pemiliknya Joya menunaikan ibadah shalat terlebih dahulu.
Akibat meninggalnya Joya, dia meninggalkan seorang istri yang sedang hamil 7 bulan. Menurut para pengakuan tetangga dan juga istrinya Joya adalah orang yang baik dan juga rajin beribadah. Tentu saja setelah mengetahui kejadian suaminya meninggal istri tersebut sangat sedih dan sakit hati. Tetapi yang lebih tidak diduga adalah karena istrinya tidak menuntut para pelaku penganiayaan dan pembunuhan tersebut, malahan dia sudah mengikhlaskannya.
Tetapi hal itu tidak berlaku bagi polisi. Karena walaupun istrinya sudah memaafkan para pelaku, polisi tetap akan menangkap para pelaku penganiayaan dan pembunuhan tersebut. Saat ini polisi sudah menangkap dan menetapkan 2 orang sebagai tersangka pembakaran Joya. Kedua orang tersangka tersebut merupakan 10 saksi yang telah diperiksa dan kemudian diterapkan sebagai tersangka. Polisi masih memburu pelaku lainnya terutama para pelaku pembakaran terhadap Joya.
![]() |
| Dapatkan Jutaan Rupiah Dengan Bermain Game Online Disini !! |
Dengan meninggalnya Joya tentu yang paling dirugikan adalah istrinya, apalagi saat ini ia sedang hamil 7 bulan. Tapi tak terduga ternyata istrinya Zoya mendapat bantuan dari Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Bantuan yang diberikan pun sangat berguna bagi keluarga mereka, karena mereka mendapat bantuan jaminan biaya hidup seumur hidup dan biaya pendidikan untuk anaknya kelak. Dengan adanya bantuan seperti itu tentu istrinya dapat menghidupi anaknya dengan lebih baik dan tidak usah khwatir mengenai biaya kehidupan dan juga biaya sekolahnya. Para masyarakat tentu saja sangat mengapresiasikan apa yang telah dilakukan Bupati Purwakarta dan juga menteri agama. Semoga saja dengan adanya bantuan tersebut almarhum Zoya dapat tenang di alam sana.


















































